Cara Cetak Foto Agar Awet Anti Luntur

Diposting pada: oleh
Bagikan Kirim Twitt
cara cetak foto
Diupdate pada: 19 November 2018

Bagaimana agar hasil cetakan foto anda tidak pudar, tidak luntur, sehingga akan tahan lama bertahun-tahun?

Penting sekali untuk memperhatikan hasil cetak foto, bukan hanya bagus, tapi harus tahan lama.

Jangan sampai foto-foto penting setelah berberapa tahun memudar karena tidak memperhatikan hasil cetak fotonya.

DAFTAR ISI


Jangan Asal Cetak Foto, Cari Tau Peruntukannya!

Cetak Foto untuk Ijazah, baru 2 bulan sudah pudar, padahal ijazah itu penting!

Printer rumahan seperti Canon dan epson menggunakan tinta water based (Dye) maka sangat wajar jika mudah luntur jika terkena air atau sinar matahari.

Dalam dunia percetakan, pahami peruntukan cetaknya. Apakah digunakan untuk dokumen penting seperti Ijazah? atau Apakah digunakan untuk dokumen sementara seperti tugas kuliah?

Setelah anda tahu peruntukannya, baru anda bisa tentukan apakah dicetak menggunakan tinta printer biasa atau tinta khusus cetak foto.

Dibawah ini saya akan sedikit memberikan tips bagaimana mencetak foto jika anda menggunakan tinta biasa atau dengan modal minim tapi tahan lama.

Perlu diketahui, Apa yang saya praktekan disini menggunakan Printer Epson L360 dengan tinta ori dari Epson. Untuk settingan cetak saya gunakan Matte Paper seperti dibawah ini.

setting matte paper

Sedangkan kertas foto kebetulan saya gunakan Merek DataPrint Glossy 220gsm.


Pylox Clear + Tinta Dye

Idenya adalah melapisi hasil cetak dengan Pylox Clear

Saya kebetulan disini menggunakan Merek Sapporo, anda bisa pake yang lain, cari saja pxlox yang harganya murah. Saya beli merek ini seharga Rp. 20.000.

cetak foto awet

Cukup mudah, setelah tercetak anda tinggal menyemprotkan pylox clear ke hasil cetak secara rata, dan tunggu sekitar 30 menit atau ketika pylox benar-benar kering.

Cara ini cukup untuk menahan hasil cetak agar tidak luntur terkena air dan cukup menahan sinar matahari sehingga lebih awet.

cetak foto awet

Kelemahan cara ini adalah anda harus menunggu agar hasil semprot benar-benar kering, dan hasil cetak anda memiliki bau menyengat. Kemudian biaya produksi untuk 1 lembar A4 jika menggunakan Pylox clear cukup mahal berkisar Rp. 2.000-3.000.


Laminasi Dingin + Tinta Dye

Laminasi dingin adalah plastik laminasi yang penggunaanya tidak perlu mesin laminating. Cara penggunaanya sama seperti merekatkan stiker.

cetak foto awet

Plastik laminasi yang saya gunakan ini adalah laminasi doff. Harga laminasi doff yg saya beli Rp. 1.500 per lembar A4.

Setelah anda mencetak foto, tempelkanlah plastik laminasi dengan hati-hati (agar tidak ada gelembung udara).

cetak foto awet

Berikut ini hasilnya kertas foto + plastik laminasi dingin, cara ini cukup untuk menahan agar hasil cetak tahan terhadap air dan panas matahari.

cetak foto awet

Laminasi Panas + Tinta Dye

Selain laminasi dingin, adapula laminasi panas, yakni plastik laminasi yang penggunaannya membutuhkan mesin laminating agar dapat melekat sempurna.

Harga plastik laminasi panas 3 kali lebih murah dari plastik laminasi dingin. Tetapi anda membutuhkan mesin tambahan yakni laminating.

cetak foto awet

Meskipun anda harus mengeluarkan biaya lebih, ongkos produks dengan laminasi panas lebih murah dibanding laminasi dingin. Tentunya cara ini akan menguntungkan jika produksi cetaknya banyak dan rutin.


Tinta Art Paper

Cara yang paling ampuh dan hemat biaya adalah menggunakan tinta art paper. Tinta berbasis minyak ini hanya bisa di aplikasikan di printer Epson.

Sedangkan untuk printer Canon tidak bisa menggunakan tinta Art Paper karena head print yang memiliki busa sehingga dapat membuat head kering.

cetak foto awet

Penggunaan tinta art paper sangat direkomendasikan, karena tinta ini dapat bertahan dari air dan sinar matahari. Karena ketahanannya, bisa dikatakan ketahanan hasil cetak dengan tinta art paper bisa mencapai 50 tahun.

Sehingga anda tidak perlu takut menggunakan tinta ini untuk foto-foto penting seperti foto di ijazah.

Ada banyak merek tinta art paper dari harga Rp. 70.000 s/d 120.000. Jika anda belum pernah membeli tinta ini, pilihlah tinta yang banyak direkomendasikan di Internet.

Cara mengganti tinta ori ke tinta Art Paper dengan cara menguras tinta di tabung, selang, dan head print. Ketika sudah kosong, tambahkan tinta art paper dan lakukan flushing berberapa kali agar tinta benar-benar masuk sempurna. Tutorial mengganti tinta artpaper sudah banyak bertebaran di youtube.


Simpulan,

Tinta ori (dye) adalah tinta berbasis air dan sangat wajar jika luntur terkena air, selain itu tinta ini untuk penggunaan indoor, maka wajar jika pudar jika terkena sinar matahari.

Penggunaan pylox clear, laminasi dingin, atau laminasi panas pada tinta dye hanya menahan agar hasil cetak lebih awet. Setidaknya hasil cetak dapat bertahan berberapa tahun dari pada tidak menggunakan pylox atau laminasi.

Tinta art paper tetap menjadi pilihan para pengusaha percetakan untuk mencetak foto karena tinta ini berbasis minyak yang bisa bertahan bertahun-tahun (50 tahun).

Diluar ini semua, anda juga perlu tahu mesin khusus cetak foto adalah mesin Lab yang harganya puluhan sampai ratusan juta. Dengan ketahanan hasil cetak hingga ratusan tahun.


Bagikan Kirim Twitt
Artikel Terkait
mengatasi catridge printer rusak

Kenapa Cartridge Printer Canon IP2770 Cepat Rusak atau Mampet (PRAKTEK)
15 April 2018

Selengkapnya

cara print amplop

Cara Print Amplop Agar Tidak Kotor atau Bernoda Tinta
28 Januari 2018

Selengkapnya

printer infus

Cara Agar Printer Awet dan Tahan Lama dengan Ink Stabilizer atau Dumper CISS
21 November 2017

Selengkapnya

Jasa pengetikan

Tips Menentukan Tarif Jasa Ketik Dokumen
26 Oktober 2017

Selengkapnya


Kolom Komentar